1.
BERITA
A. Pengertian Berita
Berita berasal dari bahsa sansekerta
"Vrit" yang dalam bahasa Inggris disebut "Write" yang arti
sebenarnya adalah "Ada" atau "Terjadi".Ada juga yang
menyebut dengan "Vritta" artinya "kejadian" atau "Yang
Telah Terjadi".Menurut kamus besar,berita berarti laporan mengenai kejadian
atau peristiwa yang hangat.
Berita
adalah laporan tercepat
mengenai fakta atau ide terbaru yang benar, menarik dan atau penting bagi
sebagian besar khalayak, melalui media berkala seperti surat kabar, radio,
televisi, atau media on-line internet.
News (berita) mengandung kata new yang berarti baru. Secara singkat sebuah berita adalah sesuatu yang baru yang diketengahkan bagi khalayak pembaca atau pendengar. Dengan kata lain, news adalah apa yang surat kabar atau majalah cetak atau apa yang para penyiar beberkan.
News (berita) mengandung kata new yang berarti baru. Secara singkat sebuah berita adalah sesuatu yang baru yang diketengahkan bagi khalayak pembaca atau pendengar. Dengan kata lain, news adalah apa yang surat kabar atau majalah cetak atau apa yang para penyiar beberkan.
Kriteria Kelayakan Berita
Sebuah peristiwa bisa jadi berita apabila memenuhi unsur-unsur sebagai berikut (bisa sebagian, kombinasi, atau keseluruhan):
ï† Penting
ï† Baru terjadi, bukan peristiwa lama
ï† Unik, bukan sesuatu yang biasa
ï† Asas keterkenalan
ï† Asas kedekatan
ï† Magnitude
ï† Trend
Sebuah peristiwa bisa jadi berita apabila memenuhi unsur-unsur sebagai berikut (bisa sebagian, kombinasi, atau keseluruhan):
ï† Penting
ï† Baru terjadi, bukan peristiwa lama
ï† Unik, bukan sesuatu yang biasa
ï† Asas keterkenalan
ï† Asas kedekatan
ï† Magnitude
ï† Trend
Dari sekian definisi atau batasan tentang
berita itu, pada prinsipnya ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan
dari definisi tersebut. Yakni: Laporan kejadian atau peristiwa atau pendapat
yang menarik dan penting disajikan secepat mungkin kepada khalayak luas.
B.
Jenis- Jenis Berita
1.Straight News :
berita langsung, apa adanya, ditulis secara singkat dan lugas. Sebagian besar halaman
depan surat kabar berisi berita jenis ini,jenis berita Straight News dipilih
lagi menjadi dua macam :
a.Hard News, yakni berita
yang memiliki nilai lebih dari segi aktualitas dan kepentingan atau amat penting
segera diketahui pembaca.Berisi informasi peristiwa khusus (special event) yang
terjadi secara tiba-tiba. Berita aktual (hard news) ini sering dijadikan berita utama media cetak
atau dijadikan menu utama pada pemberitaan televisi, bahkan secara khusus
berita ini dijadikan menu pada “sekilas info “(RCTI) atau “Aktualita”
(AN-teve), “Fokus Utama” (Indosiar) atau nama lainnya yang memiliki maksud
sama.
b.Soft News, nilai
beritanya di bawah Hard News dan lebih merupakan berita pendukung.
2. Depth News :
berita mendalam, dikembangkan dengan pendalaman hal-hal yang ada di bawah suatu
permukaan.
3. Investigation News :
berita yang dikembangkan berdasarkan penelitian atau penyelidikan dari berbagai
sumber.
4. Interpretative News :
berita yang dikembangkan dengan pendapat atau penelitian penulisnya/reporter.
5. Opinion News :
berita mengenai pendapat seseorang, biasanya pendapat para cendekiawan,
sarjana, ahli, atau pejabat,mengenai suatu hal, peristiwa, kondisi
poleksosbudhankam, dan sebagainya.
C.
Bagian Berita
Secara umum,
berita mempunyai bagian-bagian dalam susunannya yaitu:
·
Headline
Biasa disebut judul. Sering juga dilengkapi dengan anak judul. Ia
berguna untuk: (1) menolong pembaca agar segera mengetahui peristiwa yang akan
diberitakan; (2) menonjolkan satu berita dengan dukungan teknik grafika.
·
Deadline.
Ada yang terdiri atas nama media massa, tempat kejadian dan
tanggal kejadian. Ada pula yang terdiri atas nama media massa, tempat kejadian
dan tanggal kejadian. Tujuannya adalah untuk menunjukkan tempat kejadian dan
inisial media.
·
Lead.
Lazim disebut teras berita. Biasanya ditulis pada paragraph
pertama sebuah berita. Ia merupakan unsur yang paling penting dari sebuah
berita, yang menentukan apakah isi berita akan dibaca atau tidak. Ia merupakan
sari pati sebuah berita, yang melukiskan seluruh berita secara singkat.
·
Body.
Atau tubuh berita. Isinya menceritakan peristiwa yang dilaporkan
dengan bahasa yang singkat, padat, dan jelas. Dengan demikian body merupakan
perkembangan berita.
D.
Unsur-unsur Berita
Dalam Berita Harus terdapat unsur-unsur 5W 1H yaitu :
(1) What - apa yang terjadi di dalam suatu peristiwa?
(2) Who - siapa yang terlibat di dalamnya?
(3) Where - di mana terjadinya peristiwa itu?
(4) When - kapan terjadinya?
(5) Why - mengapa peristiwa itu terjadi?
(6) How - bagaimana terjadinya?
(7) What next - terus bagaimana?
(1) What - apa yang terjadi di dalam suatu peristiwa?
(2) Who - siapa yang terlibat di dalamnya?
(3) Where - di mana terjadinya peristiwa itu?
(4) When - kapan terjadinya?
(5) Why - mengapa peristiwa itu terjadi?
(6) How - bagaimana terjadinya?
(7) What next - terus bagaimana?
E.
Syarat-Syarat Berita
Berita harus memenuhi syarat :
a. Harus benar, apa yang diberitakan itu sesuai fakta dengan
bukti-bukti yang konkrit.
b. Sederhana,
berita yang ditulis harus sederhana baik dalam isi maupun bahasanya sehingga
dapat dimengerti oleh berbagai lapisan masyarakat.
c. Singkat,
berita yang baik adalah tidak bertele-tele, langsung pada pokok permasalahan,
singkat jelas dan padat sehingga tidak menimbulkan kebosanan pada pembaca.
d. Jelas, apa yang diberitakan itu tidak semu, jelas dan bisa
dipertanggung jawabkan.
e. Hidup,
apa yang diberitakan harus mendorong minat pembaca untuk terus membaca dan
mengikuti perkembangan berikutnya. Pembaca ikut merasakan.
2.
Intonasi
A.
Pengertian
Intonasi
Intonasi ialah nada turun naik dalam sesuatu
ayat. Intonasi berbeda-beda mengikut jenis-jenis ayat yang digunakan. Intonasi
yang betul boleh membedakan maksud dan objek dalam sesuatu pengucapan.
B.
Ciri-ciri Intonasi
·
Intonasi ialah
nada naik turun dalam pengucapan.
·
Tujuan intonasi
adalah untuk mengukuhkan lagi penyampaian maksud ayat di samping mengindahkan
gaya pengucapan.
·
Pola-pola
intonasi dalam ayat boleh dilihat melalui penggunaan Ayat Penyata, Ayat Tanya,
Ayat Perintah dan Ayat Seruan.
·
Ayat Penyata
dinyatakan dalam nada yang rendah dan mendatar.
·
Ayat Tanya
diucapkan dengan nada menaik. Tidak mendatar seperti mengucapkan Ayat Penyata.
·
Ayat Perintah
mempunyai nada yang tinggi kecuali dalam mengucapkan Ayat Perintah jenis
silaan.
·
Intonasi berfungsi
sebagai pembentuk makna kalimat
Contoh :
-Pergi (member
kabar)
-Pergi
(mengusir)
C.
Fungsi Intonasi
Intonasi bahasa Melayu mempunyai hubungan yang rapat
dengan sintaksis, iaitu dapat membezakan jenis dan bentuk ayat. Intonasi wujud
dalam bahasa Melayu bagi menandai dan memisahkan frasa yang pelbagai jenis dan
bentuknya.Ada beberapa fungsi intonasi. Antaranya:
i.Fungsi emosional : Untuk menyatakan pelbagai
makna sikap, sepertikegembiraan, kebosanan, kemarahan, kekejutan,
keakraban,kekecualian, ketakutan dan ratusan sikap yang lain.
ii.Fungsi gramatis : Untuk menandakan kontras dari segi tatabahasaterhadap sesuatu
ujaran, sama ada sesebuah klausa atau ayat itu berupapertanyaan atau pernyataan,
positif atau negatif dan seumpamanya.
iii.Fungsi struktur
informasi : Untuk
memberikan sesuatu yang baruberbanding dengan yang telah dimaklumi dalam makna
sesebuah ujaraniaitu dengan menekankan kata yang membawa makna tersebut.
iv.Fungsi tekstual : Untuk membentuk nada dan gaya suara yang turun naikbagi wacana
yang lebih luas seperti pembacaan teks berita yangmembezakan satu berita dengan
berita yang lain.
v.Fungsi psikologi : Untuk membantu menggubah bahasa menjadi unit-unitujaran yang mudah
dilihat dan diingat, seperti belajar urutan nombor yangpanjang atau ungkapan
dalam ucapan.
vi.Fungsi ‘indexical’ : Untuk menandai identiti seseorang, iaitu membantumengenali
seseorang sama ada tergolong dalam kumpulan sosial ataupekerjaan yang berbeza,
seperti khatib, penjual ubat atau sarjan tentera.
D. Contoh
Intonasi
misal: (1)
Apa maksudny
(2) Kita harus rajin belajar.
(3) Tutup pintunya!
(4) "Besok pagi tugas ini harus
selesai," kata kakak
dengan memperhatikan lagu kalimat, kita dapat
menentukan intonasinya sebagai berikut:
(1) naik
(2) datar
(3) naik
(4) turun
3.
Lafal
Lafal adalah suatu cara seseorang atau sekelompok orang
dalam mengucapkan bunyi bahasa. Bunyi bahasa Indonesia meliputi Vokal,
konsonan, diftone, gabungan konsonan.
Dalam
tuntunan bahasa, ada sejumlah vonem yang di lafalkan tidak sesuai dengan lafal
yang tepat sehingga lafal tersebut tidak baku.
Contoh :
Pelafalan
tidak baku
|
Pelafalan
baku
|
Ijin
|
Izin
|
Repisi
|
Refisi
|
Pitnah
|
Fitnah
|
Lafal bercermin dalam bahasa lisan.
Keberadaan lafal dipengaruhi oleh perbedaan konsonan dan vokal.
misal: tepat berbeda
dengan cepat
bapak berbeda dengan kapak
4.
Membaca yang baik
A. Sebelum kita dapat membaca dengan
baik kita perlu terlebih daluhu untuk dapat menyimak isi berita yang akan
disampaikan itu dengan baik. Berikut langakah-langkah menyimak berita dengan
efektif:
1. Semaklah wacana yang disajikan
2. Buatlah catatan spesifik
3. Cocokkan catatan
4. Simpulkan
5. Ungkapkan kembali
B.PANDUAN MEMBACA BERITA – oleh Fifi
Aleyda Yahya – Presenter Metro TV
Ò Persiapan Sebelum Membaca Berita
Ò Pahami berita yang akan dibacakan.
Ò Bila perlu, perbaiki naskah berita
dengan sepengetahuan produser program.
Ò Koordinasi dengan produser program
terkait rundown berita dan wawancara bila ada.
Ò Siapkan waktu cukup untuk rias wajah
dan menata rambut.
Ò Selalu siap bila terjadi hambatan
teknis di saat sedang membawakan program.
Ò Tetap tenang dan relaks tapi berpikir
cepat dan ambil keputusan untuk langkah berikutnya
Ò Minta maaf jika terjadi kesalahan
Ò Siap berbagai versi kalimat yang akan
disampaikan jika terjadi kesalahan
Contoh: “Pemirsa/
kami mohon maaf/ gambar yang baru saja kami tayangkan bukan tentang penggusuran
di Jakarta tapi tentang tanggapan wakil presiden Yusuf Kalla tentang melonjaknya
harga minyak goreng// Kita beralih ke informasi berikutnya///”
Ò Bagaimana Membaca Berita dengan Baik
Ò Baca berita seperti bercerita kepada
orang lain.
Ò Tatap kamera seakan menatap lawan
bicara.
Ò Ekspresi presenter harus sesuai dengan
berita yang dibacakan.
Pembaca berita yang baik adalah
pembaca yang fasih, andal, dan cermat terhadap setiap kata, frase, klausa,
kalimat yang dibaca.
Ketepatan intonasi, lafal, ucapan yang jelas
sangat mempengaruhi pembaca berita saat membacakan berita.
Kesalahan pemenggalan kata dapat mempengaruhi
makna kalimat.
Contoh:
Menurut kabar burung / nenek sakit keras.
Menurut kabar / burung nenek sakit
keras.
Kita tentu sering mendengarkan
pembacaan berita di radio atau televisi. Pembacaan berita dimaksudkan untuk menyebarluaskan
berita tersebut kepada masyarakat. Pembaca berita dituntut memiliki
keterampilan membaca agar berita tersebut dapat ditangkap atau dimengerti oleh
pendengar. Hal-hal yang perlu diperhatikan seorang pembaca berita, yaitu :
1. Terlebih dahulu memahami isi berita yang akan dibacakan.
2. Memahami suatu struktur bahasa.
3. Menempatkan jeda panjang maupun pendek secara tepat.
4. Menggunakan lafal yang jelas.
5. Menggunakan intonasi yang tepat.
6. Menggunakan kejelasan ucapan.
7. Mengatur kecepatan gerak mata.
8. Memberi tekanan yang tepat.
9. Dapat mengatur napas dengan seimbang.
1. Terlebih dahulu memahami isi berita yang akan dibacakan.
2. Memahami suatu struktur bahasa.
3. Menempatkan jeda panjang maupun pendek secara tepat.
4. Menggunakan lafal yang jelas.
5. Menggunakan intonasi yang tepat.
6. Menggunakan kejelasan ucapan.
7. Mengatur kecepatan gerak mata.
8. Memberi tekanan yang tepat.
9. Dapat mengatur napas dengan seimbang.
Catatan:
Ø Kevariatifan
intonasi dan tempo pembacaan juga perlu diperhatikan. Intonasi yang monoton
dapat membosankan pendengar berita, apalagi kalau berita yang akan dibacakan
cukup panjang. Selain itu, pandangan pembaca berita televisi tidak boleh hanya
tertuju pada teks, tetapi juga harus melihat pendengar/kamera.
Ø Perhatikan berita
singkat berikut.
AC Milan mendapatkan satu tempat di semifinal Piala
Itali usai membungkam Lazio di kandang sendiri, 3-2, Kamis (17/1) dini hari.
Milan melaju ke semifinal dengan agregat kemenangan 5-3. Duo stiker Spanyol
Jose Mari dan Javi Moreno menjadi bintang Milan dengan memborong tiga gol.
Dalam membaca
berita di atas, Anda perlu membaca secara sekilas terlebih dahulu untuk
mengetahui kata-kata sulit ataupun penting yang mungkin ada. Ketika membaca
sekilas tersebut, berilah tanda pada kata-kata penting sehingga dalam
pembacaannya nanti perlu adanya
penekanan dengan tempo yang agak lambat, misalnya pada kata AC Milan dan Lazio,
serta nama kedua penyerang Spanyol tersebut.
Ø Anda perlu
memperhatikan cara membaca (17/1). Pembacaan (17/1) tidak boleh dibaca tujuh
belas strip satu, tetapi harus dibaca secara lengkap “tujuh belas januari”. Hal
itu bertujuan untuk menghindari kesalahpahaman dengan pendengar berita.
5. Contoh Teks Berita
·
Gunung Bromo yang terletak
di Probolinggo, Jawa Timur, meletus sejak sore tadi. Letusan terjadi sekitar
pukul 15.20 WIB. Tigggi letusan mencapai 3 Km. Sebelum meletus, aktivitas
gunung bromo sudah menunjukkan peningkatan. Status gunung ditetapkan dalam
keadaan siaga. Dengan terjadinya letusan ini, status Gunung Bromo berubah
menjadi awas. Dengan status ini, penduduk disekitar Gunung Bromo harus
diungsikan.
No comments:
Post a Comment